Pelaksanaan Qurban 1430 H

E-mail Cetak

Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan.

 

Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu'afa lainnya. Dengan disyari'atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan terhadap masalah-masalah sosial, serta mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.

Alhamdulillah, pelaksanaan qurban pada tanggal 28 November 2009 M / 11 Dzulhijjah 1430 H telah dilaksanakan dengan sangat tertib dan lancar. Terlihat dari persiapan (Rapat-rapat koordinasi, survey, dana, dll), pelaksanaan (waktu pemotongan, durasi penyembelihan, keaktifan panitia), penutup (pendistribusian, kebersihan dan pembubaran panitia) telah sesuai dengan yang direncanakan seperti semula.

 

qurban1430h_2qurban1430h_3

"Semua hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah) adalah waktu untuk menyembelih qurban." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Subhanallah, benar-benar di luar dugaan, walaupun penyembelihan di undur pada hari Tasyrik/Sabtu ternyata kami bisa melaksanakan qurban yang luar biasa 4 ekor sapi dan 35 ekor kambing dengan perincian 3 sapi bali +/_ 300 kg, 1 sapi BX 690 kg dan kambing dominan tipe A >30 kg.

qurban1430h_4qurban1430h_5


Ukuran "mampu" berqurban, hakikatnya sama dengan ukuran kemampuan shadaqah, yaitu mempunyai kelebihan harta (uang) setelah terpenuhinya kebutuhan pokok (al hajat al asasiyah) -yaitu sandang, pangan, dan papan-- dan kebutuhan penyempurna (al hajat al kamaliyah) yang lazim bagi seseorang. Jika seseorang masih membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka dia terbebas dari menjalankan sunnah qurban
(Al Jabari, 1994)

"Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami."
(HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al Hakim, dari Abu Hurairah RA. Menurut Imam Al Hakim, hadits ini shahih. Lihat Subulus Salam IV/91)

Dalam benak saya, bagaimanakah acara Qurban yang bisa dibilang sukses? apakah karena banyaknya hewan Qurban yang terhantar ke sekolah? Jumlah panitia yang hadir atau faktor cuaca pada acara penyembelihan? Ternyata dari semua hal diatas memang bisa menjadi pertimbangan. Tetapi yang paling utama adalah 'Amanah' dan 'Adil', baik dalam pembelian, pemotongan dan pendistribusian. Salut untuk para panitia dimana tak kenal waktu, tempat, lelah, cuaca, mereka masih bisa sempat mendahulukan kepentingan bersama yaitu Qurban, tak lupa untuk para karyawan yang berinisiatif membantu serta para relawan dari kampung sekitar banyak membantu dengan tak pernah surut semangat.


Usaha pelaksanaan qurban sesuai syar'i dengan sekuat tenaga telah kami lakukan, ikhlas, ridho dan perlindungan Allah atas segala sesuatu yang kami lakukan selalu menyertai dalam kegiatan ini.
Banyak kendala menuju semua itu ternyata tidaklah mudah, masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam penyelenggaraan qurban sehingga tahun mendatang Qurban lebih baik lagi. Amin. 


"Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS Ash-shoffat:110)

Wassalam,
Dedy Firmansyah
Ketua Panitia Qurban YHI-PP 1430 H

 

Artikel terkait:


Add comment


Security code
Refresh

Kalender Berita

 Jan   February 2012   Mar

SMTWTFS
   1  2  3  4
  5  6  7  8  91011
12131415161718
19202122232425
26272829 
Julianna Walker Willis Technology

Indeks Berita