Keluarga Besar Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang Mengucapkan Rasa Bela Sungkawa Sedalam-dalamnya Atas Tragedi Pesawat Sukhoi di Gunung Salak Bogor, Doa Kami Semoga Seluruh Keluarga Yang Ditinggalkan diberikan Ketabahan Oleh Allah. SWT
Liputan khusus Ketua Pengurus Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang, Dra. Hj. Nunuk Murdiati Sulastomo mengenai Batik Sekolah Islam Harapan Ibu di Harian Pelita, Kamis 23 Februari 2012.
Dalam wawancara tersebut Ibu Nunuk menjelaskan bahwa butuh waktu 1 bulan untuk mendesain batik sekolah islam harapan ibu agar memiliki creative visualization bagi anak didiknya.
Adapun filosofi Batik Kirana (nama seragam Batik Sekolah Islam Harapan Ibu) adalah sebagai berikut :
1. Warna Biru laut tua adalah warna yang memberikan motivasi kepada siswa/i Sekolah Islam Harapan Ibu agar :
Berani dan gigih mencari ilmu walau menyebrang ke samudera luas.
Setia, tenang menghadapi rintangan dengan tabah mencapai cita-cita dan tidak putus asa.
2. Gambar pulau-pulau yang Maha Kaya ciptaan Allah SWT, memberikan pesan kepada para siswa/i untuk selalu menyelamatkan dan menjaga kelestariannya yang merupakan asset yang amat berharga.
3. Titik-titik di dalam pulai adalah ibarat rejeki (beras), kekayaan digali dan dicari berbekal ilmu yang ditempuh sepanjang hayat (Life Long Education)
4. Huruf H (HI) menandakan Murid-murid Sekolah Islam Harapan Ibu bertebaran di Nusantara bahkan di seluruh dunia, berkewajiban menghargai dan menjaga nama baik “Harapan Ibu” walau di manapun kita berada, berakhlakul karimah, berpedoman Al-Qur’an dan Hadits, juga mengenang Ibundanya K.H. Mawardi Labay yang memberi nama Yayasan ini, sekaligus nama Sekolah Islam Harapan Ibu. Berarti bahwa Ibu & Ayah tak lepas mendo’akan putra-putrinya agar tercapai cita-citanya dan selalu hormat dan berbakti kepada orangtuanya sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
5. Batas tepi pulau-pulau, berwarna putih bersih seperti kapas, memberi pesan di manapun kita berada selalu menjaga kesucian, kejujuran, kebersihan hati, tingkah laku, tidak menabrak-nabrak dalam bertindak, selalu menurut aturan-aturan yang baik dan benar agar warna putih tetap cemerlang menerangi hati, tidak melawan peraturan yang baik dan benar.
6. Di dalam pergaulan penuh keterbukaan rukun dan damai, dapat bergaul dengan semua unsur walau berbeda Agama, kita harus tetap memegang teguh Agama kita dengan selalu saling hormat menghormati, saling menghargai, menyenangkan orang lain, memudahkan orang lain, dengan tetap memegang teguh Aqidah Islamiyah.
Batik Kirana sejak tahun 2008 lalu sudah mendapatkan hak paten oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.