Diciptakan oleh Dra. Hj. Nunuk Murdiati Sulastomo pada tanggal 13 Juni 1980.
Pada tanggal 16 Juni 1981 dipakai sebagai seragam batik resmi siswa/i
Sekolah Islam Harapan Ibu sampai sekarang tidak pernah diganti dan
merupakan Hak Paten.
Diciptakan oleh Dra. Hj. Nunuk Murdiati Sulastomo pada tanggal 13 Juni 1980.Pada tanggal 16 Juni 1981 dipakai sebagai seragam batik resmi siswa/i Sekolah Islam Harapan Ibu sampai sekarang tidak pernah diganti dan merupakan Hak Paten.
1. Warna Biru laut tua adalah warna yang memberikan motivasi kepada siswa/i Sekolah Islam Harapan Ibu agar :
- Berani dan gigih mencari ilmu walau menyebrang ke samudera luas.
- Setia, tenang menghadapi rintangan dengan tabah mencapai cita-cita dan tidak putus asa.
2. Gambar pulau-pulau yang Maha Kaya ciptaan Allah SWT, memberikan pesan kepada para siswa/i untuk selalu menyelamatkan dan menjaga kelestariannya yang merupakan asset yang amat berharga.
3. Titik-titik di dalam pulai adalah ibarat rejeki (beras), kekayaan digali dan dicari berbekal ilmu yang ditempuh sepanjang hayat (Life Long Education)
4. Huruf H (HI) menandakan Murid-murid Sekolah Islam Harapan Ibu bertebaran di Nusantara bahkan di seluruh dunia, berkewajiban menghargai dan menjaga nama baik “Harapan Ibu” walau di manapun kita berada, berakhlakul karimah, berpedoman Al-Qur’an dan Hadits, juga mengenang Ibundanya K.H. Mawardi Labay yang memberi nama Yayasan ini, sekaligus nama Sekolah Islam Harapan Ibu. Berarti bahwa Ibu & Ayah tak lepas mendo’akan putra-putrinya agar tercapai cita-citanya dan selalu hormat dan berbakti kepada orangtuanya sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
5. Batas tepi pulau-pulau, berwarna putih bersih seperti kapas, memberi pesan di manapun kita berada selalu menjaga kesucian, kejujuran, kebersihan hati, tingkah laku, tidak menabrak-nabrak dalam bertindak, selalu menurut aturan-aturan yang baik dan benar agar warna putih tetap cemerlang menerangi hati, tidak melawan peraturan yang baik dan benar.
6. Di dalam pergaulan penuh keterbukaan rukun dan damai, dapat bergaul dengan semua unsur walau berbeda Agama, kita harus tetap memegang teguh Agama kita dengan selalu saling hormat menghormati, saling menghargai, menyenangkan orang lain, memudahkan orang lain, dengan tetap memegang teguh Aqidah Islamiyah.

